SEJARAH BARU UIN MALIKI MALANG

Minggu, 8 Agustus 2010, UIN Maliki Malang kedatangan tamu istimewa. Bertempat di Ruang Sidang Rektor, pimpinan Universitas, Fakultas dan Pascasarjana serta ma’had menerima secara resmi kedatangan sepuluh mahasiswa asing dari Russia. Yang menarik, mereka datang bukan untuk sekadar kunjungan, studi banding, atau rekreasi, melainkan untuk kuliah di Program Pascasarjana di Program Studi Keislaman (Islamic studies). Karena akan kuliah di Program Pascasarjana, mereka akan tinggal minimal selama dua tahun. Selama waktu itu pula, mereka ditampung di ma’had putra sebagaimana mahasiswa yang lain. Program ini merupakan wujud kerjasama pemerintah Indonesia dan Russia yang diwakili oleh Duta Besar masing-masing dan ditindaklanjuti oleh kunjungan beberapa Rektor Universitas Islam di Russia ke UIN Maliki Malang beberapa bulan lalu.

 

 

Bagi sebagian orang, kedatangan mahasiswa dari Rusia ini sungguh menarik. Sebab, Russia, setelah Uni Soviet pecah, masih dianggap sebagai salah satu negara kuat dan maju di bidang sains dan teknologi yang peran dan pengaruhnya di dunia internasional masih sangat diperhitungkan. Tetapi mereka justru memilih Indonesia sebagai negara tempat studi. Menurut informasi dari sekretaris tiga Kantor Kedutaan Besar Indonesia di Moskow, Enjay Diana, dipilihnya Indonesia sebagai tempat tujuan studi bagi mahasiswa Russia adalah karena Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia mampu menampilkan wajah Islam yang ramah dan moderat. Ini merupakan sebuah citra sangat positif bagi Islam dan Indonesia khususnya di tengah-tengah sorotan masyarakat internasional tentang Islam, khususnya pasca ledakan WTC beberapa tahun lalu.

 

Sedangkan dipilihnya UIN Maliki Malang sebagai tempat studi, menurut Enjay Diana, adalah karena beberapa alasan. Pertama, UIN Maliki Malang dikenal sebagai Universitas yang salah satu program akademiknya adalah program bilingual, di mana bahasa Arab dan bahasa Inggris merupakan dua bahasa asing yang harus dikuasai mahasiswa. Bagi mahasiswa Russia yang sebagian besar sudah berkeluarga itu kompetensi bahasa Arab itu penting, sebab selain berbahasa Russia sebagai bahasa ibu, mereka berbahasa Arab dan Inggris.

 

Kedua, UIN Maliki Malang memiliki kampus yang sangat representatif untuk belajar untuk mahasiswa internasional sekali pun. Ketiga, UIN Maliki Malang memiliki sarana berupa ma’had sebagai tempat tinggal sekaligus belajar berinteraksi sosial dengan warga kampus secara intensif. Keempat, UIN Maliki Malang berada di sebuah kota yang sangat kondusif untuk belajar, tidak ramai dan udaranya segar, dengan beaya hidup relatif rendah.

 

Mewakili Rektor yang berhalangan hadir, saya menyampaikan beberapa hal. Pertama, ucapan selamat datang kepada mereka dengan harapan semoga mereka akan berthasil dalam studi di UIN Maliki Malang. Kedua, ucapan terima kasih kepada pemerintah Russia atas kepercayaannya memilih UIN Maliki Malang sebagai tempat studi, dan terima kasih kepada pemerintah Indonesia melalui Kedubes Indonesia di Moskow yang telah menjembatani program kerjasama ini. Juga kepada pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama yang telah memfasilitasi dan program kerjasama. Ketiga, menyatakan kesiapan UIN Maliki Malang menerima dan melayani mereka secara akademik dengan optimal. Keempat, menyampaikan program dalam waktu dekat sebelum mulai perkuliahan tanggal 30 Agustus 2010, yakni program matrikulasi berupa pengajaran bahasa Indonesia.

 

Ada catatan penting dari program kerjasama studi lanjut bagi mahasiswa Russia ini. Pertama, UIN Maliki Malangmulai memperoleh kepercayaan masyarakat internasional. Dalam waktu dekat, puluhan mahasiswa asing dari Thailand, Madagaskar, Yaman, Mindanao, Malaysia dan Singapura juga akan menyusul belajar di UIN Maliki Malang. Kedua, program ini merupakan bentuk konkret internasionalisasi Universitas yang akan dimulai awal 2011. Melalui program ini, diharapkan akan banyak mahasiswa dan dosen asing yang belajar dan mengajar di UIN Maliki Malang. Ketiga, melalui internasionalisasi Universitas pada hakikatnya UIN Maliki Malangingin mewujudkan cita-cita Islam sebagai agama pembawa rahmat bagi semua umat manusia, tanpa batasan suku, bangsa, bahasa dan negara.

 

Lebih dari itu semua, kedatangan mahasiswa Russia dan banyak lagi mahasiswa asing yang akan menyusul merupakan bentuk konkret globalisasi yang tidak saja pada masalah ekonomi dan perdagangan, tetapi juga budaya dan ilmu pengetahuan. Saya yakin tak pernah terbayangkan oleh warga kampus ini beberapa tahun lalu bahwa suatu kali kelak Universitas ini akan juga menjadi tempat belajar mahasiswa asing dari sebuah negara besar. salah satu kekuatan raksasa dunia. Jika yang datang adalah mahasiswa dari negara-negara anggota ASEAN tentu bukan hal yang sangat menarik. Sebab, kita semua tahu negara-negara itu belum memiliki tingkat kemajuan seperti Russia. Yang datang adalah para mahasiswa dari bekas salah satu kekuatan raksasa dunia.

 

Bagi UIN Maliki Malang ini merupakan sejarah baru, sebuah perjalanan yang syarat makna, yakni pengakuan masyarakat internasional, tuntutan kerja keras, dan pelayanan prima. Kepercayaan ini tidak boleh disia-siakan, sebab betapa sulitnya membangun sebuah kepercayaan. Selain itu, kepercayaan ini harus segera diikuti dengan kerja lebih keras lagi oleh sivitas akademika untuk mewujudkan impian hadirnya sebuah uniiversitas internasional dengan pelayanan berkualitas internasional pula sebagaimana kita cita-citakan bersama.

 

Ahlan wa sahlan bi hudurikum fi hadhihil jami’ah.

_______

Malang, 8 Agustus 2010 . .

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *