Metodologi Penelitian Mahasiswa

PROGRAM MAGISTER DAN DOKTOR: Sebuah Pengantar Metodologik

A. Pengatar

Mahasiswa pascasarjana, baik S2 maupun S3, wajib menyusun  tugas akhir berupa tesis (S2) dan disertasi (S3). Tesis dan disertasi adalah karya  ilmiah bagi penyandang gelas magister dan doktor. Sebagai karya akhir, tidak hanya mahasiswa sebagai penulis yang menginginkan kualitas tesis dan disertasi yang baik, tetapi juga dosen pembimbing, dan lembaga tempat mahasiswa belajar.  Masyarakat akademik secara umum juga berharap karya ilmiah dapat memberi kontribusi kepada masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung, sesuai bidang studi yang ditekuni.

Sebagai langkah awal penyusunan karya ilmiah, diperlukan wawasan yang memadai secara metodologis agar dapat menyusun karya ilmiah  sesuai standar yang meliputi wawasan filosofis metode penelitian, pemilihan tema, paradigma da metode atau pendekatan, wawasan teoretik, desain, pengumpulan dan analisis data, dan  membuat simpulan (temuan dan hasil) penelitian secara tepat,    

Pengalaman saya selama ini dalam membimbing dan menguji disertasi menemukan beragam kualitas tesis dan disertasi; ada yang sangat baik, cukup baik, dan ada kurang bahkan jauh dari standar karya ilmiah. Apa ukuran yang dapat digunakan untuk menentukan kualitas disertasi. Tulisan singkat ini diharapkan dapat menjadi pengantar awal penulissn karya ilmiah (tesis dan disertssi) yang berkualitas.

B. Proses Penelitian Manajemen Pendidikan Islam  

Sebagai aktivitas ilmiah, penelitian merupakan cara paling sah untuk menjawab masalah secara ilmiah, baik masalah yang menyangkut persoalan alam, sosial, maupun kemanusiaan. Persoalan atau fenomena alam lazimnya diteliti oleh ilmu-ilmu alam (natural sciences), fenomena sosial oleh ilmu-ilmu sosial (social sciences) dan fenomena kemanusiaan oleh ilmu-ilmu humaniora (human sciences).     

Penelitian memiliki langkah-langkah yang sistemik dan sistematik yang berlaku untuk semua disiplin ilmu. Sistemik artinya ada saling keterkaitan antar-unsur dan sistematik artinya ada urutan logik antar-langkah. Setidaknya terdapat 8 (delapan) tahap penelitian sebagai berikut:  (1) selecting a topic), (2) determining a research paradigm, (3) formulating a research question, (4) determining a research design, (5) collecting data, (6) analyzing data, (7) interpreting data, (8) informing others. 

  1. Selecting  a topic

Memilih topik penelitian merupakan langkah paling awal yang harus dilakukan seorang peneliti. Topik penelitian merupakan ide atau gambaran sangat umum yang akan menjadi tema kajian, bisa tentang masalah pendidikan, budaya, politik, sejarah, ekonomi, agama dan sebagainya.

Tidak ada formula yang baku tentang metode bagaimana mencari topik penelitian. Tetapi ada beberapa cara yang bisa dipakai sebagai pedoman. Menurut  sebagai berikut:

  • personal experience, yaitu pengalaman pribadi yang pernah dialami seseorang. Ini bisa menjadi inspirasi seseorang untuk melakukan penelitian.
  • curiousity, yaitu rasa ingin tahu yang kuat. Misalnya, seseorang ingin mengetahui pola hubungan antara majikan dan staf di dalam sebuah perusahaan atau kantor sehingga melahirkan kinerja yang sinergis. 
  • the state of knowledge in a field, yaitu tema atau isu –isu baru di masyarakat yang mengundang perhatian publik. Misalnya, beberapa waktu lalu terjadi bentrok antar-pemeluk agama  karena munculnya aliran baru dalam agama, seperti Ahmadiyah. 
  • solving a problem, yaitu keinginan menyelesaikan masalah yang terjadi di masyarakat dengan segera. Misalnya, di masyarakat ada gejala orang mudah marah atau bersifat emosional terhadap kebijakan publik.  
  • social premiums (some topics are “hot” and invite challenges or opportunities. Ada tema atau topik tertentu yang menantang untuk diteliti dengan imbalan finansial yang cukup memadai.
  • personal values, yakni nilai atau manfaat khusus secara pribadi atas hasil penelitian.
  • everyday life, yakni peristiwa sehari-hari bisa menjadi lahan atau tema penelitain, baik yang berskala mikro maupun makro.

Namun demikian dari sekian banyak tahapan tersebut, tema penelitian untuk skripsi, tesis dan disertasi   setidaknya memenuhi 3 (tiga) syarat R, yakni:      

a. (R)elevansi Akademik, bahwa penelitain harus memberikan sumbangan keilmuan sesuai bidang studi yang kita tekuni).

b. (R)elevansi Sosial, bahwa penelitian harus menarik dan relevan dengan isu-isu yang terjadi di masyarakat.

c. (R)elevansi Institusional, bahwa penelitian mengangkat tema yang akrab dengan lembaga di mana kita bekerja atau belajar. 

2. Determining a Research Paradigm   

Selaras dengan tinjauan aksiologik, dalam khasanah metodologi penelitian atau kajian dikenal, paling tidak, tiga paradigma kajian utama, yaitu: (1) paradigma positivistik (positivistic paradigm), (2) paradigma interpretif (interpretive paradigm), dan (3) paradigma refleksif (reflexive paradigm). Lazimnya, paradigma positivistik disepadankan dengan pendekatan kuantitatif (quantitative approach), paradigma interpretif disepadankan dengan pendekatan kualitatif (qualitative approach), sedangkan paradigma refleksif disepadankan dengan pendekatan kritik (critical approach).

3. Formulating  research questions

Beberapa langkah untuk merumuskan pertanyaan penelitian:

  • examining literature, yakni penelusuran literatur, selain dipakai untuk menyempitkan masalah sehingga researchable, juga untuk membantu menyadari bahwa penelitian ini akan memberi sumbangan pada topik yang lebih besar dan bahwa penelitian tersebut merupakan bagian dari penelitian sebelumnya, bukan fakta asing yang terpisah. 
  • talking over ideas with colleagues or experts, yakni mendiskusikan rencana atau topik penelitian dengan kolega, teman sejawat atau ahli untuk memperoleh masukan.
  • applying to a specific context, mencoba memahaminya dengan lebih dalam pada konteks secara spesifik.     
  • defining the aims or desired outcome  of  the study, yakni menentukan tujuan yang hendak dicapai, apakah untuk menjelaskan realitas atau memahami fenomena.

4. Determining a research design.

Pada tahap ini peneliti membuat rancangan tentang prosedur dan metode yang akan dipakai untuk memperoleh data, bagaimana memperolehnya, siapa yang akan dihubungi, kapan pelaksanaannya dan di mana,  apa bentuk datanya, dan bagaimana cara analisisnya.

5. Collecting data

Secara umum kegiatan pengumpulan data terdiri atas observasi, wawancara, dan kuesioner. (masing-masing jenis perlu dibahas pada sesi tersendiri).  

6. Analyzing data

Terdapat tiga model atau cara untuk menganalisis data kualitatif. Miles dan Huberman (1987) menganjurkan model analisis interaktif (interactive model) yang mengandung empat komponen yang saling berkaitan, yaitu (1) pengumpulan data, (2) penyederhanaan data, (3) pemaparan data, dan (4) penarikan dan pengajuan simpulan.

Spradley (1979) menganjurkan empat teknik analisis data kualitatif, yaitu (1) analisis ranah (domain analysis), (2) analisis taksonomik (taxonomic analysis), (3) analisis komponensial (componential analysis), dan (4) analisis tematik (thematic  analysis).

Analisis ranah dimaksudkan untuk memperoleh pengertian umum dan relatif menyeluruh mengenai pokok permasalahan. Hasil analisis ini berupa pengetahuan tingkat “permulaan” tentang berbagai ranah atau kategori konseptual secara umum pula.

Pada analisis taksonomik, pusat perhatian ditentukan terbatas pada ranah yang sangat berguna dalam memaparkan gejala-gejala yang menjadi sasaran penelitian. Analisis taksonomik tidak saja berdasarkan data lapangan, tetapi juga berdasarkan hasil kajian pusataka. Beberapa ranah yang sangat penting dipilih dan dijadikan pusat perhatian untuk diselidiki secara mendalam.

Analisis komponensial dilakukan untuk mengorganisasikan perbedaan (kontras) antar-unsur dalam ranah yang diperoleh melalui pengamatan dan atau wawancara terseleksi.

Pada analisis tematik, peneliti menggunakan saran Bogdan dan Taylor (1975: 82-93) dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Membaca secara cermat keseluruhan catatan lapangan
  2. Memberikan kode pada topik-topik pembicaraan penting
  3. Menyusun tipologi
  4. Membaca kepustakaan yang terkait dengan masalah dan konteks penelitian.

Berdasarkan seluruh analisis, peneliti melakukan rekonstruksi dalam bentuk deskripsi, narasi dan argumentasi. Beberapa sub-topik disusun secara deduktif, dengan  mendahulukan kaidah-kaidah pokok yang diikuti dengan kasus dan contoh-contoh. Sub-topik selebihnya disajikan secara induktif, dengan memaparkan kasus dan contoh untuk ditarik kesimpulan umumnya.   

Cara atau model  ketiga disarankan oleh Strauss dan Corbin (1990) dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) open coding, (2) axial coding, (3) selective coding, dan (4) the generation of a conditional matrix.    

7. Interpreting data

Pada tahap ini peneliti melakukan  simpulan kajian, yang meliputi kegiatan penafsiran dan penyatupaduan (interpreting and integrating) temuan ke dalam bangunan pengetahuan sebelumnya.

8. Informing others.

Pada tahap ini peneliti menulis hasil penelitian dalam bentuk laporan penelitian, bisa dalam bentuk skripsi, tesis, desertasi atau laporan penelitian. Temuan penelitian disebarluaskan ke khalayak akademik untuk memperoleh masukan dan memberikan sumbangan bagi kemaslahatan umum. Dari temuan penelitian, kegiatan penelitian lebih lanjut dapat dilakukan.       

Secara ringkas perbedaan antara skripsi, tesis dan desertasi sebagai berikut:

Sarjana (S1)Magister (S2)Doktor (S3)
Penampilan dalam bidang ilmu pengetahuanMenguasai materi ilmu pengetahuan masing-masingMenguasai teori dan metodologi ilmu pengetahuan masing-masingMampu mengembangkan ilmu pengetahuan masing-masing
Penampilan dalam karya penelitianMahir dalam mengadakan penelitian deskriptif (monodisiplin)Mahir dalam mengadakan penelitian analitis (monodisiplin)Mahir dalam mengadakan penelitian empiris dan evaluatif (mono-, multi-, dan interdisipliner)
Intensitas pemikiranBerpikir rasional logisBerpikir rasional kritisBerpikir rasional, inovatif/kreatif
Tanggung jawab pribadiMemiliki kejujuran ilmiahMemiliki integritas akademik/profesiMemiliki komitmen sosial secara kritis emansipatoris (pengetahuan untuk kemajuan peradaban  manusia dan kemanusiaan

C. Ukuran Kualitas Karya Ilmiah

Para ahli memiliki indikator berbeda-beda untuk mengukur kualitas karya ilmiah. Biklen dan Casella (2007: 12-15) memberikan rambu-rambu yang sangat jelas bagaimana karya ilmiah disebut berkualitas antara sebagai berikut:

  • Memberi informasi baru,
  • Menggunakan metodologi penelitian yang tepat,
  • Analisis yang mendalam terkait isu yang diangkat,
  • Menyajikan data yang kaya,
  • Karya ditulis dengan bahasa yang benar,
  • Membuka kajian baru bagi peneliti selanjutnya.       

D. Penutup

Sebagai aktivitas ilmiah, penelitian memerlukan kompetensi khusus yang diperoleh melalui pendidikan atau pelatihan. Penelitian tidak bisa dilakukan oleh setiap orang. Selain pendidikan dan pelatihan, penelitian memerlukan pengalaman. Mereka yang punya integritas dan dedikasi tinggi yang sanggup melalukan penelitian dengan baik dan hasilnya bermanfaat tidak saja untuk diri mereka sendiri, tetapi juga masyarakat luas, dan karena itu mulia. Semoga tulisan pendek ini bermanfaat bagi mereka yang akan dan sedang menulis karya ilmiah dan para peminat metodologi penelitian!

__________

Daftar Pustaka

Alvesson, Mats dan Kaj Skoldberg. 2000. Reflexive Methodology:

New Vistas for Qualitative Research. London, Thousand Oaks, New Delhi: SAGE  Publications.

Biklen, Sari Knopp and Casella, Ronnie. 2007. A Practical Guide to the   Qualitative Dissertation. New York and Lndon: Teachers College, Colombia University   Press. 

Denzin, Norman K and Yvonna S. Lincoln (eds.). 1994. Handbook

of Qualitative Research. Thousands Oaks, California: SAGE Publications, Inc.  

Faisal, Sanapiah. 1998. “Filosofi dan Akar Tradisi Penelitian

Kualitatif”, Makalah, Disampaikan pada Pelatihan Metode Penelitian Kualitatif oleh Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BMPTSI) Wilayah VII-Jawa Timur di Surabaya, 24-27 Agustus 1998.   

Popper, K.R. 1972. Conjectures and refutations. The Growth of

Scientific Knowledge. (4th edition). London: Routledge and Kegal Paul. 

Sulistyo-Basuki. 2006. Metode Penelitian. Jakarta: Wedatama Wida

Sastra Bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Wuisman J.J.J. M. 1996. Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Jilid 1, Asas- Asas. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *