Perbedaan Paradigma Positivism dan Interpretivism

NO.

AKSIOMA

PARADIGMA

POSITIVISM

INTERPRETIVISM

1.

Hakikat Realitas

Tunggal, dapat dipilah-pilah

Jamak, holistik

2

Hubungan peneliti dengan yang diteliti

Terpisah (peneliti tidak harus ke lapangan/boleh orang lain).

Interaktif (peneliti harus ke lapangan). Instrumennya  adalah peneliti sendiri

3.

Kemungkinan generalisasi

Generalisasi yang bebas konteks

Generalisasi terikat pada konteks

4.

Kemungkinan hubungan sebab akibat

Hubungan antara sebab akibat jelas

Hubungan sebab dan akibat tidak jelas

5.

Peranan nilai (value)

Bebas nilai (value free)

(Penelitian dengan metode  yang sama akan menghasilkan nilai yang sama)

Terikat pada nilai

(value bound) Penelitian dengan metode dan objek yang sama dapat memperoleh hasil  berbeda

6.

Objek

Menekankan produk

 

Menekankan proses

 

7.

Posisi Teori

Masalah – teori – data (apriori)

logiko hipotetico verifikatif (deduktif)

Masalah – data – teori

(a posteriori) induktif

8.

tujuan (dalam kaitan dengan teori)

menguji teori

menemukan teori

9.

Tingkat subjektivitas

Objektif

Subjektif

 

Kriteria Data

Positivistik

Interpretif

Sahih (validity)

Percaya (credibility)

Andal (reliability)

Bergantung (dependability)

Objektif (objectivity)

Pasti (confirmability)

Rampat (generality)

Alih (transferability)

 

 

 

Visits: 169
Today: 1

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *