Sekilas Tentang Studi Tokoh dalam Penelitian

Studi tokoh merupakan salah satu jenis penelitian kualitatif yang berkembang sejak era 1980’an. Tujuannya untuk mencapai suatu pemahaman tentang ketokohan seseorang individu dalam komunitas tertentu dan dalam bidang tertentu, mengungkap pandangan, motivasi, sejarah hidup, dan ambisinya selaku individu melalui pengakuannya. Sebagai jenis penelitian kualitatif, studi tokoh juga menggunakan metode sebagaimana lazimnya dalam penelitian kualitatif, yakni wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan-catatan perjalanan hidup sang tokoh.

Sebenarnya sebagai varian metode dan jenis penelitian kualitatif, studi tokoh sangat baik untuk menggali pikiran dan pandangan seorang tokoh dalam bidangnya. Sayang masih sering terjadi kesalahan dalam pelaksanaanya. Kesalahan umum yang sering terjadi, khususnya bagi peneliti pemula, adalah mencari tokohnya dulu. Padahal, yang seharusnya dilakukan lebih dulu oleh peneliti adalah menentukan bidang keilmuan lebih dulu. Setelah itu diidentifikasi siapa saja tokoh yang ada di bidang itu untuk selanjutnya dipilih siapa di antara tokoh tersebut yang paling menonjol. Ukuran ketokohan seseorang adalah banyaknya karya ilmiah yang dihasilkan, pandangan masyarakat secara umum dengan menghimpun informasi sebanyak-banyaknya tentang tokoh tersebut dari berbagai sumber. Setelah data terkumpul, dikaji kelebihan dan kekurangan para tokoh untuk selanjutnya ditentukan yang paling sedikit kekurangannya dan paling banyak kelebihannya. Itulah tokoh yang  dipilih.

Karena itu,  secara berurutan langkah-langkah metodologisnya sebagai berikut:

  1. menentukan bidang kajian yang menjadi minat peneliti,
  2. bidang yang dipilih merupakan bidang yang paling dikuasai peneliti
  3. membuat daftar siapa saja tokoh atau ilmuwan yang dipandang sebagai ahli di bidang yang akan dikaji
  4. Dari sekian banyak tokoh itu dibuat peringkat ketokohannya berdasarkan karya yang ditulis, pandangan orang dan masyarakat luas tentang tokoh tersebut, dan tentu expert judgement peneliti sendiri.
  5. Dibuat daftar kelebihan dan kekurangan masing-masing tokoh dalam bidang yang akan dikaji
  6. Setelah itu ditentukan tokoh yang dipilih untuk dikaji
  7. Untuk menambah wawasan tentang tokoh dimaksud, peneliti melakukan kajian terdahulu tentang siapa saja yang pernah meneliti tokoh tersebut untuk memperoleh state of the arts.
  8. Memulai Studi dengan mengumpulkan data.

Terkait sistematika laporan studi tokoh memang tidak ada pola yang baku. Tetapi setidaknya model berikut (diadopsi dari Furchan dan Maimun, 2005: 90-91) bisa dipakai sebagai panduan.

1. Pendahuluan

a. Konteks Studi

b. Fokus Studi

c. Tujuan Studi

d. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Studi

e. Manfaat Studi, yang meliputi:

a). Manfaat teoretik

b)  Manfaat Praktik

c). Manfaat Institusional

f. Metode Studi, meliputi :

a). Metode Perolehan Data

b). Metode Keabsahan Data

c). Metode Analisis Data

 

2.  Riwayat Hidup Tokoh

a. Identitas diri

b. Riwayat Pendidikan

c. Sejarah Sosial

d. Aktivitas Terkait Bidang yang Dikaji

e. Peran Sosial dan Akademik

f. Karya yang Pernah Dihasilkan

 

3. Paparan Data Studi

a. Paparan Berdasarkan Fokus Studi Pertama

b. Paparan Berdasarkan Fokus Studi Kedua, dan seterusnya

4. Pembahasan Studi

a. Pembahasan Fokus Studi Pertama

b. Pembahasan Fokus Studi Kedua, dan seterusnya

 

5. Simpulan dan Saran

a. Jawaban atas Fokus Studi, yang meliputi:

a). Jawaban Substantif, yakni jawaban atas fokus masalah berdasarkan

data

b). Jawaban Formal, yakni jawaban substantif yang sudah

diabstraksikan  sehingga menjadi konsep.

b. Saran (kepada sang tokoh dan peneliti lebih lanjut)

 

6. Daftar Pustaka

Visits: 112
Today: 1

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *