MENGUKUR KUALITAS PENELITIAN KUALITATIF

Bagian II

2. Credibility (kebermaknaan, dan temuan disajikan secara baik). Salah satu tujuan penelitian ialah  untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas. Karena itu, ketika temuan penelitian berupa pola atau kaidah sudah diperoleh tugas peneliti sebenarnya belum berakhir. Masih ada satu tugas lagi yang sangat penting, yakni melaporkan atau memublikasikan hasil penelitian tersebut  untuk kepentingan khalayak dalam bentuk laporan penelitian. Membuat laporan penelitian pada hakikatnya mengomunikasikan hasil penelitian kepada pembaca, bukan kepada diri sendiri. Untuk itu, perlu dipertimbangkan tingkat pengetahuan dan latar belakang pembaca agar laporan tersebut efektif.

Lazimnya, ada tiga macam cara melaporkan hasil penelitian, yaitu membuat laporan tertulis dalam bentuk karya ilmiah (berupa skripsi, tesis dan disertasi), menulisnya dalam bentuk artikel yang dipublikasikan di jurnal, dan menyajikannya secara lisan krepada khyalayak akademik. Dengan demikian, laporan penelitian tidak cukup hanya dengan mengemukakan hasil akhir atau temuan penelitian, tetapi juga menyajikan proses awal mulai mengapa penelitian dilakukan, apa urgensinya, apa masalah yang diangkat, teori apa yang dijadikan perspektif, dan apa metode yang digunakan, termasuk metode perolehan dan analisis data.

Agar laporan penelitian efektif,  menurut Dawson (2009: 134-140) menulis laporan penelitian perlu mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut: 1) untuk siapa laporan itu dibuat?, 2). apa yang diinginkan pembaca?, 3). apakah pembaca mengerti statistik atau narasi biasa?, 4). apakah pembaca punya waktu untuk membaca laporan penelitian secara keseluruhan      atau hanya membaca kesimpulan dan rekomendasinya saja?, 5). apakah pembaca tertarik metodologi penelitiannya, sehingga perlu meyakinkan  mereka?, dan 6). apakah perlu menggunakan bahasa kelas tinggi dengan terminologi yang kompleks,   atau bahasa sederhana saja?.

Sebaiknya, laporan penelitian menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami, tetapi kadang-kadang perlu meyakinkan pembaca bahwa peneliti memiliki cukup pengetahuan dengan menggunakan istilah-istilah yang kompleks. Dengan catatan, dia sendiri paham maknanya. Jangan sampai terjadi peneliti menggunakan istilah-istilah yang tinggi, tetapi dia sendiri tidak paham maknanya.

Bentuk laporan penelitian harus disesuaikan dengan khalayak yang dituju. Khalayak yang dimaksud bisa masyarakat akademik, masyarakat umum, dan pihak sponsor yang membeayai penelitian. Jenis khalayak yang dituju menentukan jenis laporan yang dibuat. Misalnya, laporan penelitian untuk masyarakat umum tentu menggunakan bahasa yang sederhana, ringkas, dan tidak filosofis  sehingga bisa dipahami dengan mudah. Sebaliknya, laporan penelitian untuk masyarakat akademik wajib memenuhi persyaratan ilmiah yang disepakati oleh para akademisi. Jika laporan penelitian dimaksudkan untuk pihak sponsor, maka laporan penelitian disusun berdasarkan keinginan atau kepentingan pihak sponsor tersebut.

Tidak ada format yang baku dalam membuat laporan penelitian, Tetapi secara umum, menurut Dawson (2009) laporan penelitian setidaknya memuat beberapa bagian sebagai berikut:

1). halaman judul, (berisi judul penelitian, nama peneliti, dan tanggal kapan diterbitkan. Judul penelitian harus ringkas, tetapi padat, dan mencerminkan isi.  Jika laporan penelitian berupa tesis atau disertasi, penulis wajib menjelaskan lebih lanjut  bahwa penelitian tersebut dibuat untuk kepentingan penulisan tesis atau disertasi).

2). halaman isi, (berisi mengenai daftar halaman untuk bab atau sub-bab).

3). halaman tabel, (berisi daftar halaman tabel atau gambar yang dipakai dalam  penelitian).

4). halaman ucapan terima kasih, (berisi mengenai upacan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu atau berkontribusi dalam penelitian, mulai dari partisipan, pembimbing, atasan, dan pihak sponsor).

5). abstrak, (berisi ringkasan penelitian, ditulis satu halaman dengan satu spasi, yang berisi tujuan, metode, temuan,  dan simpulan).

6). pendahuluan, (berisi uraian yang dapat memperkenalkan masalah penelitian secara ringkas kepada pembaca, mengenai masalah penelitian, ruang lingkupnya, kegunaan teoretis serta praktisnya, tinjauan pustaka dan kerangka teoretik, serta metode penelitian).

5). latar belakang, (berisi uraian mengenai penelitian pendahuluan, yang bisa diambil dari kajian pustaka, dari pengalaman pribadi, atau keduanya. Sumber rujukan harus ditunjukkan dengan jelas agar tidak dituduh melakukan plagiarisme, sebuah kejahatan intelektual yang wajib dihindari).

6). metodologi atau metode penelitian, (berisi penjelasan tentang metodologi dan metode penelitian yang dipilih. Panjang dan kedalaman bagian ini sangat tergantung pada apakah peneliti berstatus sebagai seorang mahasiswa atau karyawan. Jika berstatus sebagai mahasiswa program sarjana (S1), uraian mengenai metodologi dan persoalan teoretik perlu diangkat. Jika berstatus sebagai mahasiswa Pascasarjana, bab ini wajib memuat isu-isu epistemologis dan ontologis secara jelas. Tetapi jika peneliti seorang karyawan,  maka dia cukup mendeskripsikan metode penelitian yang dipakai, sehingga bab ini  disebut “Metode Penelitian”.

7). hasil dan pembahasan, (berisi bagian inti laporan penelitian. Isinya sangat tergantung pada metodologi dan metode penelitian yang dipilih. Jika menggunakan metode survei dengan jumlah populasi yang besar, bab ini memuat tabel, gambar, dan statistik yang banyak. Tetapi jika menggunakan metode kualitatif, maka bab ini banyak memuat uraian deskriptif yang berisi kutipan-kutipan langsung dari subjek atau partisipan penelitian.

8). kesimpulan dan saran, (berisi pernyataan singkat dan tepat yang diringkas dari hasil penelitian dan pembahasan. Kesimpulan memuat jawaban dari masalah yang diajukan. Harus ada benang merah antara masalah penelitian dengan kesimpulan. Maksudnya, masalah penelitian akan terjawab pada hasil dan pembahasan dan sekaligus terangkum secara jelas dan tepat pada kesimpulan.

Kesimpulan harus dipisahkan dari saran. Saran merupakan implikasi dari hasil penelitian, baik untuk kepentingan praktis maupun untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Saran dirumuskan berdasarkan pengalaman dan pertimbangan penulis yang ditujukan kepada peneliti lain. Sebaiknya, saran dinyatakan secara jelas dan spesifik, sehingga mudah bagi peneliti selanjutnya.

9).  rekomendasi, (kadang-kadang beberapa laporan penelitian tidak menyajikan bab ini. Tetapi jika peneliti adalah seorang karyawan yang telah melakukan penelitian untuk lembaga atau perusahaannya,  maka bagian ini sangat penting, bahkan bisa dianggap paling penting demi keberlangsungan lembaga atau perusahaannya.  Justru untuk alasan ini, bagian ini diperlukan.

10). penelitian lanjutan, (berisi uraian bagaimana penelitian bisa dilanjutkan. Kadang-kadang  beberapa hasil penelitian terlalu inklusif, atau mungkin menyisakan banyak pertanyaan yang belum sempat dijawab. Karena itu, sangat penting menyajikan bab ini karena peneliti menyadari bahwa ada wilayah yang begitu luas yang belum bisa dilakukan oleh peneliti karena berbagai keterbatasannya.

11). daftar pustaka, (berisi semua referensi, baik yang dipublikasikan maupun yang tidak,  yang dipakai sebagai rujukan dalam penelitian.  Pilih salah satu sistem mana yang lazim dipakai di lembaga masing-masing. Sistem yang paling populer ialah Sistem Harvard yang mencantumkan nama keluarga secara alfabetis, diikiuti dengan nama depan, tahun publikasi , judul buku yang ditulis dengan cetak miring, tempat penerbit dan nama penerbit.

12). lampiran. (biasanya berisi hal-hal teknis yang mungkin diperlukan pembaca, tetapi tampak kurang praktis jika dimasukkan di bagian utama laporan penelitian. Misalnya, pertanyaan atau kuesioner penelitian, pedoman wawancara, rincian teknis pemilihan sampel, informan, atau subjek penelitian, contoh catatan lapangan yang diperoleh, peta lokasi penelitian dan lain yang bersifat informatif.

 

3. Relevance (kegunaan temuan). Artinya adalah seberapa jauh temuan penelitian relevan dengan persoalan atau konteks dan fenomena yang sedang diteliti. Banyak sekali manfaat atau kegunaan penelitian, baik bagi peneliti maupun masyarakat luas. Bagi peneliti, penelitian akan memberikan pengalaman sangat berharga, dapat meningkatkan kualitas diri dan menyumbang karya yang berharga bagi masyarakat. Bagi masyarakat, penelitian bisa menjadi khasanah data dan informasi yang terpercaya, memberikan pengetahuan terapan untuk berbagai keperluan teknis, misalnya seagai dasar untuk mengambil sebuah kebijakan. Bagi ilmu pengetahuan, penelitian akan menyumbang pengembangan ilmu. Menurut Popper, ilmu berkembang bukan karena banyaknya informasi atau banyaknya buku yang ditulis tentang ilmu tersebut, melainkan sedikitnya kesalahan  yang dibuat oleh para ilmuwan. Tentu untuk mengeliminir kesalahan tersebut, salah satu caranya ialah melalui penelitian. Tidak ada gunanya banyak pengetahuan tetapi campur-aduk antara yang benar dengan yang salah. Ilmu maju karena ada yang mengajukan teori, tetapi juga ada yang menguji teori.  Teori gagal dalam pengujian akan gugur, teori lulus pengujian akan dipertahankan sampai ada pengujian yang lebih ketat

Khusus untuk penelitian kualitatif, von Kardorff (dalam Flick et al, 2004:  349-353) menyatakan bahwa penelitian kualitatif   memperoleh posisi yang semakin mapan dalam ilmu sosial, bukan hanya karena memiliki ranah metodologis dan teori sendiri yang khas dan spektrum prosedur metodologis dan interpretif yang begitu luas untuk memahami fenomena sosial, tetapi juga karena memperoleh manfaat dari perkembangan masyarakat modern berupa sainstifikasi sosial  terhadap fenomena sosial pada tiga dasawarsa terakhir.  Karena itu, terkait dengan kualitas penelitian kualitatif dari aspek kegunaan atau utilisasinya, von Kardorff menyebutkan tiga hal penting, yaitu (1) relevansi penelitian dengan teori, konsep, dan pandangan yang selama ini telah diterima oleh masyarakat luas  dan digunakan dalam berbagai bidang, (2) hasil penelitian yang bermanfaat melakukan perubahan dalam bidang tertentu, dan (3) metode dan prosedur penelitian yang dipakai. Khusus yang terakhir, sebuah karya penelitian memang bisa menyumbang btidak saja temuan substantif dan formal (berupa teori atau konsep), tetapi juga temuan metodologis, yakni berupa kreasi metodologis hasil imajinasi dan pemikiran peneliti sendiri, tentu dengan mengembangkan metode yang sudah ada yang belum terumuskan secara operasional.

Ringkasnya, kontribusi penelitian terhadap teori yang sudah ada (apalagi untuk karya ilmah setingkat disertasi bagian ini bersifat wajib), hasil penelitian yang bisa digunakan untuk melakukan perubahan pada bidang tertentu dan metode serta prosedur yang dipakai yang dipakai sepanjang kegiatan penelitian dan dapat dikembangkan oleh peneliti selanjutnya merupakan tolok ukur kualitas penelitian kualitatif.  Khusus untuk manfaat teoretik, peneliti yang melakukan penelitian untuk membuat karya karya ilmiah setingkat disertasi wajib menyatakan dengan tegas kontribusi teoretik apa yang akan disumbang dari hasil penelitiannya. Jika tidak, kualitas penelitiannya bisa diragukan. (selamat bekerja) !

___________

Daftar Pustaka

Dawson, Chaterine. 2009. Introduction to RESEARCH METHODS: A practical guide for anyone

undertaking a researdh project. Begbroke, Oxford OX5 IRX, United Kingdom: How to Bookd Ltd.

Ines Steinke. 2004. “Quality Criteria in Qualitative Research”, (dalam Flick, Uwe  et al. (eds.). A

Companion to QUALITATIVE RESEARCH. London: SAGE Publications Ltd

Kitto, Simon C. et. al, “Quality in qualitative research: Criteria for authors and assessors in the

submission and assessment of qualitative research articles for the Medical Journal of Australia”, Volume 188 Number 4, 18 February 2008.

von Kardorff, Ernst. 2004. “Utilization of Qualitative Research”, (dalam Flick, Uwe.  et al,

(eds.). A. Companion to QUALITATIVE RESEARCH. London: SAGE Publications Ltd

Visits: 189
Today: 4

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *