29 Maret 2016 yang Bersejarah: Catatan tentang Kelahiran Prodi Kedokteran di UIN Malang (2)

(Tulisan Ke-2 Habis)

Keinginan warga UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk memiliki Program Studi Kedokteran bukan tiba-tiba. Menyusul perubahan kelembagaan dari STAIN Malang menjadi UIN Malang pada 2004 disusunlah Rencana Strategis (Renstra) Pengembangan  UIN Malang 2005 s.d 2030 yang memuat cita-cita, tujuan, pengembangan kelembagaan, tahapan-tahapan dan strategi pencapaiannya. Dalam Renstra tersebut tertuang dengan jelas keinginan untuk memiliki Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Karena itu, kabar turunnya Surat Keputusan (SK) Pendirian Program Studi Kedokteran disambut warga dengan rasa suka cita dan syukur yang amat dalam, bahkan ada yang sampai meneteskan air mata karena terharu. Malah ada sebagian yang tidak mempercayainya karena mereka mengerti  bahwa memperoleh ijin pendirian Program Studi Kedokteran memang sangat sulit.

Sikap emosional warga sangat bisa dipahami karena turunnya SK tersebut memiliki implikasi sangat luas bagi pengembangan Universitas, baik secara akademik, kelembagaan, dan sosial kemasyarakatan. Secara akademik, dengan memiliki Program Studi Kedokteran di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semakin memantapkan diri dalam mengembangkan berbagai disiplin ilmu, sekaligus membuktikan bahwa Universitas ini mampu menerobos dinding tebal birokrasi terkait urusan pendirian program studi umum melalui Kementerian Ristek dikti yang belakangan semakin sulit. Dengan mempunyai Program Studi Kedokteran, maka UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah menawarkan semua rumpun ilmu yang meliputi ilmu-ilmu alam, ilmu sosial dan humaniora, ilmu teknik, dan ilmu kesehatan.

Sikap hati-hati dan tidak sembarang mengeluarkan SK Program Studi Kedokteran sangat bisa dipahami. Sebab, wilayah kerja lulusan program studi tersebut langsung terkait dengan kesehatan dan kehidupan manusia. Oleh karena itu, semua keperluan yang dipersyaratkan oleh pemerintah dan profesi kedokteran seperti ketersediaan dosen dan tenaga paramedis sebagai pendukung, rumah sakit, laboratorium, modul bahan ajar, harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum program studi dibuka. Semua itu dimaksudkan untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik sehingga menghasilkan lulusan (dokter) yang berkualitas yang dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan baik pula. Tanpa ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai mustahil kualitas unggul yang diharapkan itu akan tercapai.

Terkait pemenuhan syarat-syarat yang diperlukan, baik sumber daya dan sarana dan prasarana praktik, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah bekerja keras untuk melengkapinya, walaupun saat ini belum 100 % terpenuhi. Sedangkan untuk tempat praktik mahasiswa, sebelum dapat membangun Rumah Sakit sendiri UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah memilih RST. Soepraun Malang untuk menjadi mitra berdasarkan kesepakatan yang telah ditandatangani bersama beberapa bulan lalu. Secara kelembagaan RST.Soepraun menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan proses belajar mengajar yang baik.

Secara kelembagaan, kelahiran Program Studi Kedokteran akan menjadi membuka peluang pendirian fakultas-fakultas baru dengan memecah yang sudah ada. Jurusan Farmasi yang selama ini bergabung ke Fakultas Sains dan Teknologi akan keluar dan bergabung dengan Jurusan Kedokteran yang akan menjadi Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan (FKIK). Jurusan Matematika, Kimia, Fisika, dan Biologi yang selama ini merupakan jurusan inti Fakultas Sainstek akan berdiri sendiri menjadi Fakultas MIPA. Sedangkan Jurusan Teknik Informatika dan Teknik Arsitektur juga akan digabung di bawah payung Fakultas Teknik, dengan ditambah satu jurusan teknik yang lain. Bisa Teknik Sipil atau Teknik Mesin.

Selain mendirikan fakultas-fakultas baru yang merupakan pecahan dari F. Sainstek tersebut, direncanakan pula pendirian Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) yang terdiri atas Jurusan Ilmu Komunikasi, Sosiologi, Hubungan Internasional, dan Ilmu Politik Islam. Saat ini berbagai  persiapan untuk mendirikan FISIP tengah dilakukan oleh tim.

Selain itu, karena tugas utama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ialah untuk mengembangkan ilmu-ilmu agama (Islam) dan ilmu-ilmu umum dalam paradigma integrasi, maka untuk mengokohkan posisi studi-studi keislaman perlu didirikan Jurusan Ulumul Quran dan Hadis. Khusus pendirian jurusan terakhir ini tidak terlalu sulit karena ketersediaan sumber daya yang memadai.

Terakhir menyangkut dampak sosialnya, kehadiran Program Studi Kedokteran menjadikan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang masuk dalam jajaran perguruan tinggi prestigius, lebih-lebih di lingkungan perguruan tinggi keislaman (PTKIN). Sebab, sebelum ini hanya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memiliki Program Studi Kedokteran. Dengan kehadiran Program Studi Kedokteran di UIN Maulana  Malik Ibrahim Malang, maka saat ini telah ada 3 perguruan tinggi keislaman yang telah memiliki program studi kedokteran, yakni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Alaudin Makasar, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Tak bisa dipungkiri bahwa masyarakat masih menganggap Program Studi Kedokteran memiliki nilai prestigius tinggi. Itu sebabnya, perguruan tinggi yang memiliki program studi kedokteran pun dianggap sebagai perguruan tinggi elit.

Sebagaimana diungkap sebelumnya bahwa kelahiran Program Studi Kedokteran di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan buah kerja keras dan perjuangan panjang seluruh sivitas akademikanya. Ada yang menganggap kerja keras itu kini telah selesai. Padahal, malah sebaliknya. Kelahiran jurusan baru ini justru awal dari kerja keras yang menuntut semangat juang yang lebih tinggi dan tidak mengenal lelah. Kemenristekdikti tidak dengan cek kosong untuk memberikan ijin pembukaan Program Studi Kedokteran. Ada Pakta Integritas yang telah saya tanda tangani yang berisi persyaratan-persyaratan yang wajib dipenuhi setidaknya 6 bulan setelah pembukaan. Jika tidak, sanksi berupa penundaan penerimaan mahasiswa, pembekuan sementara, bahkan pencabutan ijin akan dilakukan.

Lepas dari kekurangan dan tantangan yang ada, kelahiran Program Studi Kedokteran semakin menyempurnakan tugas keilmuan yang diemban oleh Universitas ini. Saya bercita-cita agar Program Studi Kedokteran ini kelak dapat melahirkan Ibnu Sina-Ibnu Sina baru yang akan mengembalikan kejayaan peradaban keilmuan Islam masa lalu, khususnya di bidang ilmu kedokteran. Sang pendekar Ibnu Sina memang telah wafat sekian abad yang lalu. Tapi ruh perjuangannya semoga bisa bersemai di hati para calon mahasiswa baru kedokteran UIN Malang mulai tahun akademik 2016/2017 ini.

Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan kalimat penutup bahwa jika kelahiran Program Studi Kedokteran dianggap sebagai salah satu episode dalam perjalanan Universitas ini, maka Selasa, tanggal 29 Maret 2016 merupakan salah momen paling bersejarah, selain momen-momen lain seperti berdirinya lembaga ini ketika masih menjadi cabang IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yakni 28 Oktober 1961, dan momen perubahan kelembagaan dari STAIN Malang menjadi UIN Malang, pada  tanggal 21 Juni 2004. Sebagai salah satu hari bersejarah, Selasa, 29 Maret 2016 tidak saja perlu diingat, tetapi lebih dari itu perlu direnungkan makna peristiwa yang terjadi pada hari dan tanggal tersebut untuk diambil hikmahnya. Semoga!

Malang, 8 April 2016

Visits: 53
Today: 1

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *